Dear internet marketers…
Sekitar dua bulan yang lalu, tepatnya 12 Oktober 2009, saya pernah mengumumkan tentang peluncuran sebuah jaringan PPC baru, yaitu NegeriAds. Anda masih ingat?
Sekarang, sudah dua bulan berjalan sejak pengumuman saya tersebut. Dan… terima kasih atas sambutannya yang hangat, sekarang NegeriAds telah memiliki lebih dari 2000 publisher yang terdaftar. Very good amount untuk sebuah jaringan PPC yang baru lahir,
Sebuah hasil yang bagus, dan sangat menyenangkan. Buah dari rahmatNya, lalu kerja keras (+cerdas) dan do’a.
Tetapi, tentunya hal tersebut tidak membuat manajemen NegeriAds merasa puas diri dan berhenti di sana. NegeriAds tetap berbenah diri. Nah… Karenanya, kali ini, NegeriAds membuat sebuah gebrakan baru lagi. Yaitu, program affiliasi untuk para publisher.
NegeriAds percaya bahwa NegeriAds hanya bisa berkembang melalui kerjasama yang baik dengan para advertiser & publisher. Karenanya, kami meningkatkan nilai tambah kepada para publisher dengan memberikan sistem referral dengan komisi 10% dari profit setiap publisher yang Anda referensikan.
Yang perlu Anda lakukan hanyalah menyebarkan link affiliasi yang diberikan di member area, dan dapatkan komisi 10% dari income yang dihasilkan oleh setiap publisher yang bergabung melalui link affiliasi Anda. Jadi jika Ada publisher yang menghasilkan komisi Rp 100.000, maka Anda mendapat Rp 10.000, dan seterusnya.
Not Bad. Apalagi kalau Ada banyak publisher yang bergabung atas referensi Anda
Yang perlu Anda lakukan, hanyalah menyebarkan link referral Anda. Untuk menyebarkannya, Anda bisa memakai text link standard, atau berbagai banner yg disediakan seperti :
Menarik bukan? Ini benar-benar “perfect” business. Join gratis, pasang script dapat komisi, pasang link referral dapat tambahan lagi. Saya menyebutny,a “bisnis yang mengerti Anda”
Baiklah, tanpa berpanjang lebar lagi, silakan segera daftarkan diri Anda di sini, lalu pasang script iklannya, dan pasang banner referralnya.
Untuk kesuksesan Anda dan orang-orang yang Anda cintai.
PS: ini adalah salah satu dari belasan “small” projects yang saya urus (dan membuat saya super duper sibuk) dalam 1-2 bulan terakhir ini. Hope you enjoy it
posted by Haryo H P
Sepak bola juga disebut-sebut berasal dari daratan Cina. Dalam sebuah dokumen militer disebutkan, sejak 206 SM, pada masa pemerintahan Dinasti Tsin dan Han, orang-orang sudah memainkan permainan bola yang disebut tsu chu. Tsu mempunyai arti "menerjang bola dengan kaki". Sedangkan chu, berarti "bola dari kulit dan ada isinya". Mereka bermain bola yang terbuat dari kulit binatang dengan cara menendang dan menggiringnya ke sebuah jaring yang dibentangkan pada dua tiang.
Jepang pun tidak mau ketinggalan. Sejak abad ke-8, konon masyarakatnya sudah mengenal permainan ini. Mereka menyebutnya sebagai Kemari. Bolanya terbuat dari kulit kijang berisi udara.
Yang menarik, ada legenda pada abad pertengahan. Konon saat itu, seluruh desa mengikuti satu permainan bola. Bola yang terbuat dari tengkorak, ditendang satu diantara warga ke arah desa tetangga. Kemudian, oleh si penerima bola di desa itu, bola dilanjutkan ditendang ke desa selanjutnya.
Meskipun Kuningan merupakan kerajaan kecil, namun kedudukannya cukup kuat dan kekuatan militerna cukup tangguh. Hal itu terbukti dengan kekalahan yang diderita pasukan Sanjaya (raja galuh) ketika menyerang Kuningan. kedatangan Sanjaya beserta pasukannya atas permintaan Dangiyang Guru Sempakwaja, besan sang Pandawa dengan maksud untuk memberi pelajaran terhadap Sanjaya yang bersikap pongah dan merasa diri paling kuat. Sanjaya adalah cicit Sang Wretikandayun, melalui putranya Sang Mandiminyak yang menggantikannya sebagai raja galuh (703-710) dan cucunya Sang Sena yang menjadi raja berikutnya (710-717).
Di Kerajaan Galuh terjadi konflik kepentingan, sehingga Resi Guru Sempakwaja mengambil keputusan. Diantaranya menempatkan Sang Pandawa menjadi guru haji (resiguru) di layuwatang (sekarang tempatnya di Desa Rajadanu Kecamatan Japara). Sedangkan kedudukan kerajaan digantikan Demunawan dengan gelar Sanghiyangrang Kuku, tahun 723.
Masa pemerintahan Rahyangtang Kuku, diberitakan bahwa ibu kota Kerajaan Kuningan ialah Saunggalah. Lokasinya diperkirakan berada di sekitar Kampung Salia, sekarang termasuk Desa Ciherang Kecamatan Nusaherang. Seluruh wilayahnya meliputi 13 wilayah diantaranya Galunggung, Layuwatang, Kajaron, Kalanggara, Pagerwesi, Rahasesa, Kahirupan, Sumanjajah, Pasugihan, Padurungan, Darongdong, Pegergunung, Muladarma dan Batutihang.
Tahun 1163-1175, Kerajaan Saunggalah terungkap lagi setelah tidak ada catatan paska Demunawan. Saat itu tahta kerajaan dipegang oleh Rakean Dharmasiksa, anak dari Prabu Dharmakusumah (1157-1175) seorang raja Sunda yang berkedudukan di Kawali. Rakean Dharmasiksa memerintah Saunggalah menggantikan mertuanya, karena ia menikan dengan putri Saunggalah.
Namun Rakean Dharmasiksa tidak lama kemudian menggantikan ayahnya yang wafat tahun 1175 sebagai raja Sunda. Sedangkan kerajaan Saunggalah digantikan puteranya yang bernama Ragasuci atau Rajaputra. Sebagai penguasa Saunggalah, Ragasuci dijuluki Rahyantang Saunggalah (1175-1298). Ia memeristri Dara Puspa, putri seorang raja Melayu.
Tahun 1298, Ragasuci diangkat menjadi Raja Sunda menggantikan ayahnya dengan gelar Prabu Ragasuci (1298-1304). Kedudukannya di Saunggalah digantikan puteranya bernama Citraganda. Pada masa kekuasaan Ragasuci, wilayah kekuasaannya bertambah meliputi Cipanglebakan, Geger Gadung, Geger Handiwung, dan Pasir Taritih di Muara Cipager Jampang.
Masa Keadipatian
Berdasarkan tradisi lisan, sekitar abad 15 Masehi di daerah Kuningan sekarang dikenal dua lokasi yang mempunyai kegiatan pemerintahan yaitu Luragung dan Kajene. Pusat pemerintahan Kajene terletak sekarang di Desa Sidapurna Kecamatan Kuningan. saat itu, Luragung dan Kajene bukan lagi sebuah kerajaan tapi merupakan buyut haden. Masa ini, dimulai dengan tampilnya tokoh Arya Kamuning, Ki Gedeng Luragung dan kemudian Sang Adipati Kuningan sebagai pemipun daerah Kajene, Luraugng dan kemudian Kuningan.
Mereka secara bertahap di bawah kekuasaan Susuhunan Jati atau Sunan Gunung Djati (salah satu dari sembilan wali, juga penguasa Cirebon). Tokoh Adipati Kuningan ada beberapa versi. Versi pertama Sang Adipati Kuningan itu adalah putera Ki Gedeng Luragung (unsur lama). Tetapi kemudian dipungut anak oleh Sunan Gunung Djati (unsur baru).
Dia dititipkan oleh aya angkatnya kepada Arya Kamuning untuk dibesarkan dan dididik. Kemudian menggantikan kedudukan yang mendidiknya. Versi kedua, Sang Adipati Kuningan adalah putera Ratu Selawati, keturunan Prabu Siliwangi (unsur lama), dari pernikahannya dengan Syekh Maulanan Arifin (unsur baru). Disini jelas terjadi kearifan sejarah.
Berdasarkan Buku Pangaeran Wangsakerta yang ditulis abad ke 17, Sang Adipati Kuningan yang berkelanjutan penjelasanya adalah berita yang menyebutkan tokoh ini dikaitkan dengan Ratu Selawati. Bahwa agama Islam menyebar ke Kuningan berkat upaya Syek Maulana Akbar atau Syek Bayanullah. Dia adalah adik Syekh Datuk Kahpi yang bermukim dan membuka pesantren di kaki bukit Amparan Jati (sekarang Cirebon).
Syekh Maulana Akbar membukan pesantren pertama di Kuningan yaitu di Desa Sidapurna sekarang, ibu kota Kajene. Ia menikah dengan Nyi Wandansari, putri Surayana. Ada pun Surayana adalah putra Prabu Dewa Niskala atau Prabu Ningrat Kancana, Raja Sunda yang berkedudukan di Kawali (1475-1482) yang menggantikan kedudukan ayahnya Prabu Niskala Wastu Kancana atau lebih dikenal dengan sebutan Prabu Siliwangi.
Dari pernikahan dengan Nyi Wandansari berputra Maulana Arifin yang kemudian menikah dengan Ratu Selawati. Ratu Selawati bersama kakak dan adiknya yaitu Bratawijaya dan Jayakarsa adalah cucu Prabu Maharaja Niskala Wastu Kancana atau Prabu Siliwangi. Bratawijaya kemudian memimpin di Kajene dengan gelar Arya Kamuning. Sedangkan Jayaraksa memimpin masyarakat Luragung dengan gelar Ki Gedeng Luragung.
Mereka bertiga, yakni Ratu Selawati, Arya Kamuning (Bratawijaya), Ki Gedeng Luragung (Jayaraksa) diIslamkan oleh uwaknya yakni Pangeran Walangsungsang. Adapun Sang Adipati Kuningan yang sesungguhnya bernama Suranggajaya adalah anak dari Ki Gedeung Luragung (namun hal itu masih merupakan babad peteng atau masa kegelapan yang sampai saat ini tidak diketahui kebenarannya sesungguhnya anak siapa Sang Adipati Kuningan).
Atas prakarsa Sunan Gunung Djati dan istrinya yang berdarah Cina Ong Tin Nio yang sedang berkunjung ke Luragung, Suranggajaya diangkat anak oleh mereka. Tetapi pemeliharaan dan pendidikannya dititipkan pada Arya Kamuning. Sedangkan Arya Kamuning sendiri dikabarkan tidak memiliki keturunan. Akhirnya Suranggajaya diangkat jadi adipati oleh Susuhunan Djati (Sunan Gunung Djati) menggantikan bapak asuhnya.
Penobatan ini dilakukan pada tanggal 4 Syura (Muharam) Tahun 1498 Masehi. Penanggalan tesebut bertempatan dengan tanggal 1 September 1498 Masehi. Sejak tahun 1978, hari pelantikan Suranggajaya menjadi Adipati Kuningan itu ditetapkan sebagai Hari Jadi Kuningan sampai sekarang.***
| TAHUN 1800-an, baja, batu geretan, dan sabuk/kawulmsih digunakan untuk membuat api. Korek api pertama yang memakai fosfor dibuat pada tahun 183-0an. Korek api disimpan pada sebuah kotak spesial karena dapat terbakar pada permukaan apapun. Pada 1844, Profesor Gustaf Erik Pasch mengganti fosfor kuning yang beracun dengan fosfor merah yang tidak beracun. Dia juga memisahkan ramuan bahan kimia untuk ujung korek api dan meletakkan fosfor pada permukaan untuk digesek pada kotak luarnya. Korek api yang aman telah tercipta. Ini adalah sebuah hasil penemuan yang berarti dan penting, yang membuat Swedia terkenal di dunia. Sayang sekali, produksinya sungguh sulit dan mahal. Tahun 1864 insinyur yang lebih tua 28 tahun, Alexander Lagerman, mendesain korek api mesin otomatis yang pertama. Pada waktu itu, produksi yang menggunakan tangan atau secara manual berganti menjadi produksi massa, korek api yang aman dari korek api JONKOPING (Swedia) diekspor keseluruh dunia dan menjadi terkenal di dunia. Pada 1868, perusahaan korek api Vulcan AB ditemukan di Tidaholm, swedia. Sekarang, perusahaan Tidaholm, dimiliki oleh Swedish Macth, yang dianggap jalur produksinya memiliki teknologi paling yang paling berkembang dalam korek api di dunia. Pemikiran tentang Lingkungan adalah bagian yang sangat penting dalam proses menghasilkan produksi dan bahan kimia sudah diganti, kotak korek api sudah terbuat dari kertas yang didaur ulang. Ada juga beberapa pendapat lain mengenai Korek api... Korek api adalah sebuah alat untuk menyalakan api secara terkendali. Korek api dijual bebas di toko-toko dalam bentuk paket sekotak korek api. Sebatang korek api terdiri dari batang kayu yang salah satu ujungnya ditutupi dengan suatu bahan yang umumnya fosfor yang akan menghasilkan nyala api karena gesekan ketika digesekkan terhadap satu permukaan khusus. Walaupun ada tipe korek api yang dapat dinyalakan pada sembarang permukaan kasar. Korek api yang menggunakan cairan seperti naphtha atau butana disebut korek api gas. Bangsa Tiongkok sejak 577 telah mengembangkan korek api sederhana yang terbuat dari batang kayu yang mengadung belerang. Korek api modern pertama ditemukan tahun 1805 oleh K. Chancel, asisten Profesor L. J. Thénard di Paris. Kepala korek api merupakan campuran potasium klorat, belerang, gula dan karet. Korek api ini dinyalakan dengan menyelupkannya ke dalam botol asbes yang berisi asam sulfat. Korek api ini tergolong mahal pada saat itu dan penggunaannya berbahaya sehingga tidak mendapatkan popularitas. Korek api yang dinyalakan dengan digesek pertama kali ditemukan oleh kimiawan Inggris John Walker tahun 1827. Penemuan tersebut diawali oleh Robert Boyle tahun 1680-an dengan campuran fosfor dan belerang, tetapi usahanya pada waktu itu belum mencapai hasil yang memuaskan. Walker menemukan campuran antimon (III) sulfida, potasium klorat, natural gum, dan pati dapat dinyalakan dengan menggesekkannya pada permukaan kasar. Sumber : http://www.kontekaja.com |
Jenis dan corak batik tradisional tergolong amat banyak, namun corak dan variasinya sesuai dengan filosofi dan budaya masing-masing daerah yang amat beragam. Khasanah budaya Bangsa Indonesia yang demikian kaya telah mendorong lahirnya berbagai corak dan jenis batik tradisioanal dengan ciri kekhususannya sendiri.
Perkembangan Batik di Indonesia
Sejarah pembatikan di Indonesia berkaitan dengan perkembangan kerajaan Majapahit dan kerajaan sesudahnya. Dalam beberapa catatan, pengembangan batik banyak dilakukan pada masa-masa kerajaan Mataram, kemudian pada masa kerajaan Solo dan Yogyakarta.Kesenian batik merupakan kesenian gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluarga raja-raja Indonesia zaman dulu. Awalnya batik dikerjakan hanya terbatas dalam kraton saja dan hasilnya untuk pakaian raja dan keluarga serta para pengikutnya. Oleh karena banyak dari pengikut raja yang tinggal diluar kraton, maka kesenian batik ini dibawa oleh mereka keluar kraton dan dikerjakan ditempatnya masing-masing.
![]() | Dalam perkembangannya lambat laun kesenian batik ini ditiru oleh rakyat terdekat dan selanjutnya meluas menjadi pekerjaan kaum wanita dalam rumah tangganya untuk mengisi waktu senggang. Selanjutnya, batik yang tadinya hanya pakaian keluarga istana, kemudian menjadi pakaian rakyat yang digemari, baik wanita maupun pria. Bahan kain putih yang dipergunakan waktu itu adalah hasil tenunan sendiri. Sedang bahan-bahan pewarna yang dipakai terdiri dari tumbuh-tumbuhan asli Indonesia yang dibuat sendiri antara lain dari : pohon mengkudu, tinggi, soga, nila, dan bahan sodanya dibuat dari soda abu, serta garamnya dibuat dari tanah lumpur. |
Jadi kerajinan batik ini di Indonesia telah dikenal sejak zaman kerajaan Majapahit dan terus berkembang hingga kerajaan berikutnya. Adapun mulai meluasnya kesenian batik ini menjadi milik rakyat Indonesia dan khususnya suku Jawa ialah setelah akhir abad ke-XVIII atau awal abad ke-XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad ke-XX dan batik cap dikenal baru setelah usai perang dunia kesatu atau sekitar tahun 1920. Kini batik sudah menjadi bagian pakaian tradisional Indonesia.
Batik Pekalongan
Meskipun tidak ada catatan resmi kapan batik mulai dikenal di Pekalongan, namun menurut perkiraan batik sudah ada di Pekalongan sekitar tahun 1800. Bahkan menurut data yang tercatat di Deperindag, motif batik itu ada yang dibuat 1802, seperti motif pohon kecil berupa bahan baju.Namun perkembangan yang signifikan diperkirakan terjadi setelah perang besar pada tahun 1825-1830 di kerajaan Mataram yang sering disebut dengan perang Diponegoro atau perang Jawa. Dengan terjadinya peperangan ini mendesak keluarga kraton serta para pengikutnya banyak yang meninggalkan daerah kerajaan. Mereka kemudian tersebar ke arah Timur dan Barat. Kemudian di daerah - daerah baru itu para keluarga dan pengikutnya mengembangkan batik.
Ke timur batik Solo dan Yogyakarta menyempurnakan corak batik yang telah ada di Mojokerto serta Tulungagung hingga menyebar ke Gresik, Surabaya dan Madura. Sedang ke arah Barat batik berkembang di Banyumas, Kebumen, Tegal, Cirebon dan Pekalongan. Dengan adanya migrasi ini, maka batik Pekalongan yang telah ada sebelumnya semakin berkembang.
Seiring berjalannya waktu, Batik Pekalongan mengalami perkembangan pesat dibandingkan dengan daerah lain. Di daerah ini batik berkembang di sekitar daerah pantai, yaitu di daerah Pekalongan kota dan daerah Buaran, Pekajangan serta Wonopringgo.
Perkembangan budaya teknik cetak motif tutup celup dengan menggunakan malam (lilin) di atas kain yang kemudian disebut batik, memang tak bisa dilepaskan dari pengaruh negara-negara itu. Ini memperlihatkan konteks kelenturan batik dari masa ke masa.
Batik Pekalongan menjadi sangat khas karena bertopang sepenuhnya pada ratusan pengusaha kecil, bukan pada segelintir pengusaha bermodal besar. Sejak berpuluh tahun lampau hingga sekarang, sebagian besar proses produksi batik Pekalongan dikerjakan di rumah-rumah. Akibatnya, batik Pekalongan menyatu erat dengan kehidupan masyarakat Pekalongan yang kini terbagi dalam dua wilayah administratif, yakni Kotamadya Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan.
Pasang surut perkembangan batik Pekalongan, memperlihatkan Pekalongan layak menjadi ikon bagi perkembangan batik di Nusantara. Ikon bagi karya seni yang tak pernah menyerah dengan perkembangan zaman dan selalu dinamis. Kini batik sudah menjadi nafas kehidupan sehari-hari warga Pekalongan dan merupakan salah satu produk unggulan. Hal itu disebabkan banyaknya industri yang menghasilkan produk batik. Karena terkenal dengan produk batiknya, Pekalongan dikenal sebagai KOTA BATIK. Julukan itu datang dari suatu tradisi yang cukup lama berakar di Pekalongan. Selama periode yang panjang itulah, aneka sifat, ragam kegunaan, jenis rancangan, serta mutu batik ditentukan oleh iklim dan keberadaan serat-serat setempat, faktor sejarah, perdagangan dan kesiapan masyarakatnya dalam menerima paham serta pemikiran baru.
Batik yang merupakan karya seni budaya yang dikagumi dunia, diantara ragam tradisional yang dihasilkan dengan teknologi celup rintang, tidak satu pun yang mampu hadir seindah dan sehalus batik Pekalongan.
Kendati sudah nyaris pertengahan tahun, tak ada salahnya Anda berkreasi membuat kalender berfoto. Yang perlu disiapkan cuma komputer yang telah terinstal aplikasi pembuat kalender gratisan, printer warna, dan kertas sebagai media cetaknya. Aplikasi gratisan yang digunakan di sini adalah TKexe Fotokalender. Software ini bisa diunduh dari situs web www.tkexe.de. Ayo, mulai berkreasi!
1. Unduh dulu installer file aplikasi dari alamat www.tkexe.de/downloads/index.htm. Selanjutnya, instal-lah ke PC Anda. Aplikasi ini mensyaratkan sistem Windows NT/2000/XP/Vista, ruang hard disk 25MB, dan driver printer. Jika sudah, jalankan aplikasi dari menu Start.
2. Pada jendela aplikasi yang muncul, klik [Create new file...]. Pada boks yang nongol, tentukan folder simpan dari kalender yang akan dibuat, beri nama pada kotak isian "File name", lalu klik [Save]. Format kalender ini adalah .mdb.
3. Langkah berikutnya adalah memilih template. Template yang tersedia hanya untuk kelander dinding, terdiri dari bulanan, kalender ulang tahun, tahunan, hingga fasilitas photo presentation. Klik [Next >>].
4. Pilihlah opsi [Print on local printer] untuk mencetak kalender dengan printer sendiri. Tentukan ukuran kertas yang dipakai dengan mengklik opsi [Match print size to paper size], lalu klik [Recommended sizes..] untuk memilih ukuran kertas yang dipakai. Jika sudah, klik [Next >>].
5. Di boks berikutnya, tentukan bulan dan tahun yang hendak dibuat pada kalender. Klik [Next >>]. Selanjutnya, pilih model template desain. Pilih yang Anda sukai, lalu klik [Use selected template]. Tunggu beberapa saat hingga muncul jendela kerja untuk mengolah desain kalender.
6. Jendela kerja olah kalender akan muncul berbarengan dengan sebuah boks dialog untuk mencari foto dari hard drive Anda. Cari dan pilih foto yang hendak digunakan di kalender. Tampilan foto dari folder yang dipilih akan muncul di sisi bawah boks. Untuk memasukkannya ke kalender, klik foto pilihan, lalu tarik ke arah kalender.
7. Anda bisa mengubah ukurannya menyesuaikan bidang kalender dengan menarik sisi samping atau bawah gambar. Pun Anda dapat mengubah setiap komponen yang muncul di kalender. Misalnya, jenis huruf kalender, warna background, dan sebagainya. Caranya, tinggal klik komponen tersebut lalu tunggu sampai muncul boks dialog.
8. Misalnya, Anda ingin mengubah warna dan jenis huruf dari nama bulan. Klik nama tersebut, dan tunggu boks “Month/year” muncul. Untuk mengubah jenis huruf, klik tombol [Font..], lalu pilih huruf baru dari boks yang muncul berikut warnanya dari tombol [Color…]. Untuk menyudahi, klik [OK]. Oh ya, setiap komponen juga bisa digeser lokasinya dengan pointer.
9. Untuk mulai mencetak, siapkan printer dan koneksikan ke PC. Jangan lupa kertasnya. Klik [File] > [Print…]. Pilih halaman bulan apa saja yang hendak dicetak dari boks “Print”. Klik angka bulan, lalu klik [>>]. Lanjutkan dengan memilih nama printer, lalu klik [Print].
10. Setelah semua tercetak, gabungkan kalender menggunakan klip spiral yang bisa Anda beli di toko buku dan stationery. Jangan lupa buat dulu lubang-lubang di bagian atas kalender dengan alat pembuat lubang. Selanjutnya, kalender tinggal dipasang di dinding.
TIP1: Membuat Kalender dengan Publisher
Jika di komputer Anda sudah tersedia aplikasi Microsoft Office, Anda sudah bisa membuat kalender foto. Caranya, manfaatkan bantuan aplikasi Microsoft Publisher. Pertama-tama, jalankan aplikasi, lalu pilihlah kategori [Calendar] dari panel di sisi kiri layar.
Selanjutnya, Anda tinggal memilih template yang tersedia untuk digunakan. Hampir semuanya bermodel kalender dinding. Namun, beberapa bisa diakali menjadi kalendar meja. Di sini Anda dapat pula mengatur penanggalan yang hendak dipakai melalui boks di panel kanan bawah. Tentukan bulan penanggalan yang diinginkan.
Di langkah selanjutnya, klik-dobel salah satu template untuk mengatur layout dan ukuran kalender, warna, hingga menambah serta membuang komponen. Atur setiap lembaran kalender. Masukkan foto dengan mengklik [Insert] > [Picture] untuk memasukkan foto diri Anda. Ikuti proses sampai tuntas, kemudian cetaklah.

digesek pada kotak luarnya. Korek api yang aman telah tercipta. Ini adalah sebuah hasil penemuan yang berarti dan penting, yang membuat Swedia terkenal di dunia. Sayang sekali, produksinya sungguh sulit dan mahal. Tahun 1864 insinyur yang lebih tua 28 tahun, Alexander Lagerman, mendesain korek api mesin otomatis yang pertama. Pada waktu itu, produksi yang menggunakan tangan atau secara manual berganti menjadi produksi massa, korek api yang aman dari korek api JONKOPING (Swedia) diekspor keseluruh dunia dan menjadi terkenal di dunia. 





